Rabu, 27 Agustus 2014

Angg0ta DPRD DKI dari Hanura ini janji tak akan nikmati gaji

Reporter : Saugy Riyandi | Rabu, 27 Agustus 2014 17:51 Berita Terkait

Merdeka.com - Anggota DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto mengaku gaji yang diterimanya sebagai anggota DPRD DKI sudah cukup. Pasalnya, Wahyu telah berjanji untuk melayani masyarakat DKI Jakarta tanpa ada 'embel-embel' pendapatan berupa gaji.

"Dilihat dari operasionalnya itu (gaji) sudah sangat cukup," ujar Wahyu di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (27/8).

Selain itu, Wahyu menegaskan gaji yang diterimanya sebagai anggota DPRD DKI bakal langsung diserahkan kepada rumah aspirasi 'Wahyu Dewanto Center' untuk memberdayakan masyarakat Jakarta khususnya berada di dapil Jakarta Selatan. "Saya sudah berikrar saat menjadi anggota DPRD DKI, gaji-gaji saya akan diberikan kepada Wahyu Dewanto Center guna menunjang aspirasi masyarakat seperti donasi untuk majelis taqlim," kata anggota DPRD fraksi Partai Hanura ini.

Wahyu menambahkan, rumah aspirasi tersebut untuk memastikan program-program sosial di Jakarta dapat berjalan dengan baik. Menurut dia, wakil rakyat harus memberikan contoh kepada masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Jakarta.

"Saya ingin memberikan contoh pengeluaran dana itu untuk Wahyu Dewanto Center. Karena itu yang harus kita jalani sebagai anggota DPRD," pungkasnya.

Sebelumnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2004 tentang hak keuangan dan protokoler DPRD, besaran gaji anggota DPRD masih sama seperti periode sebelumnya. Sekretaris DPRD DKI Jakarta Mangara Pardede mengatakan, gaji terdiri atas lima komponen, yaitu uang representasi, tunjangan jabatan, tunjangan komunikasi intensif, tunjangan operasional dan tunjangan perumahan.

Untuk Ketua DPRD DKI Jakarta mendapatkan uang representasi sebesar Rp 3 juta. Sedangkan, wakil ketua DPRD DKI mendapatkan Rp 2,4 juta dan anggota DPRD DKI mendapatkan Rp 2,25 juta. "Kemudian, untuk tunjangan jabatan, Ketua DPRD DKI mendapatkan Rp 4,35 juta, wakil ketua DPRD DKI mendapatkan Rp 3,48 juta. Sedangkan, anggota DPRD mendapatkan Rp 3,26 juta," ujar Pardede.

Sementara itu, tunjangan komunikasi intensif, Ketua DPRD, wakil ketua DPRD dan seluruh anggota DPRD mendapatkan uang sebesar Rp 9 juta. Untuk tunjangan operasional, ketua DPRD mendapatkan Rp 18 Juta, sedangkan wakil ketua mendapatkan Rp 9,6 Juta.

"Tunjangan ini hanya berlaku untuk ketua dan wakil ketua, dan para anggota tidak dapat," jelas dia.

Terakhir, tunjangan perumahan yang didapat wakil ketua Rp 20 juta dan anggota mendapatkan Rp 15 juta. Namun, ketua DPRD tidak mendapatkan tunjangan tersebut lantaran ketua DPRD telah diberikan rumah dinas di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

"Apabila dijumlahkan, maka per bulannya gaji yang diterima oleh anggota DPRD adalah ketua mendapatkan Rp 35.163.260, wakil ketua mendapatkan Rp 45.161.920 dan para anggota Rp 30.291.320. Ini gaji bersih, belum dipotong PPH. Nantinya semua gaji akan dipotong PPH. Dan gaji wakil ketua lebih besar dibanding gaji ketua karena wakil mendapatkan tunjangan perumahan," terangnya.

[bal]


http://www.merdeka.com/politik/anggota-dprd-dki-dari-hanura-ini-janji-tak-akan-nikmati-gaji.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger