Jumat, 29 Agustus 2014

Ayah di Pemalang tega cabuli anak kandung selama 7 tahun

Reporter : Parwito | Sabtu, 30 Agustus 2014 01:45 Berita Terkait

Merdeka.com - AS alias SOD (61) warga Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah dijebloskan ke penjara karena memerkosa anak kandung. Bahkan, anak kandungnya yang masih di bawah umur itu hamil tujuh bulan. Pelaku memerkosa anaknya pada 2007 saat masih berusia 12 tahun dan duduk di bangku kelas 1 SMP.

"Saya lakukan sejak 2007 lalu. Saya lakukan kira-kira tiga kali seminggu sampai terakhir bulan Juni 2014," kata AS di Mapolres Pemalang kepada wartawan Jumat (29/8).

Kasubbag Humas Polres Pemalang AKP Harsono menjelaskan, pada 2007 lalu berdasarkan pengakuan pelaku, perbuatan cabul dilakukan di rumah dalam keadaan sepi karena istrinya sedang berbelanja. Korban saat itu pulang dari bermain di sungai. Lalu, diajak masuk ke kamar dan untuk pertama kali korban disetubuhi. Korban menangis kesakitan. Namun oleh AS dibujuk diam dan tidak menceritakan kejadian kepada siapapun.

Selang dua hari, pelaku kembali memerkosa anaknya. Saat itu korban hanya pasrah karena dianggap perbuatan itu hal biasa dan merupakan bentuk kasih sayang seorang ayah kepada anak kandung.

Baru setelah kelas 3 SMP dan menerima pelajaran ilmu biologi tentang hubungan biologis, korban baru sadar bahwa perbuatan tersebut merupakan perbuatan salah dan dosa. Dari situ, korban menolak saat akan disetubuhi ayah kandungnya. Karena menolak, korban dipukuli, dimarahi dan diancam akan dibunuh bersama ibunya, sambil mengacung-acungkan sabit kearahnya. Merasa takut, akhirnya korban kembali pasrah ketika disetubuhi oleh AS.

"Perbuatan tersebut tidak hanya dilakukan di rumah, namun juga sering dilakukan di kebun kelapa di daerah Jatinegara-Tegal, dan sebelumnya korban WWN selalu berpamitan kepada ibunya untuk ke Warnet mengerjakan tugas sekolah dengan diantar oleh pelaku (sang ayah)," tuturnya.

Usai lulus SMA, korban sempat bekerja di sebuah jasa isi ulang air minum di daerah Randudongkal selama 3 bulan. Namun dipaksa keluar oleh AS, karena ketahuan pulang kerja diantar oleh saudara sepupunya. Kemudian korban pindah kerja di toko emas wilayah Randudongkal.

Perbuatan pelaku dilakukan berulang-ulang hingga menyebabkan korban hamil. Melihat perubahan badan anaknya, sang ibu menaruh curiga dan saat ditanya korban mengakui bahwa dirinya memang hamil akibat diperkosa oleh tiga orang tak dikenal saat di Jakarta sesuai karangan cerita dari sang ayah. Mendengar pengakuan dari korban, AS hilang rasa ketakutannya dan kembali mengulangi perbuatannya terhadap anaknya yang sudah dalam keadaan hamil. Sampai terakhir kalinya perbuatan itu dilakukan bulan Juni 2014 menjelang bulan puasa.

Perbuatan pelaku akhirnya terbongkar setelah korban menceritakan kepada kakak tirinya, Harningsih. Setelah itu, pelaku dilaporkan ke polisi.

Kapolres Pemalang AKBP Dedi Wiratmo menegaskan bahwa tersangka AS ditangkap pada Sabtu (16/8) lalu. Pelaku sempat membantah telah memerkosa anaknya. "Namun usai polisi memperoleh bukti-bukti cukup dan dikonfrontir akhirnya pelaku tak dapat mengelak dan mengakui seluruh perbuatannya. Saat ini tersangka di tahan di rutan Polres Pemalang, karena diduga telah melakukan perbuatan pidana cabul atau menyetubuhi anak di bawah umur," tegasnya.

Tersangka dijerat pasal 81 dan atau 82 Undangundang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan pasal 294 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

[has]


http://www.merdeka.com/peristiwa/ayah-di-pemalang-tega-cabuli-anak-kandung-selama-7-tahun.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger