Rabu, 03 September 2014

Bima Arya denda pengel0la Giant Ekstra Rp 50 juta

Reporter : Yulistyo Pratomo | Kamis, 4 September 2014 11:54 Berita Terkait

Merdeka.com - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat telah menindak tegas pengelola Giant Ekstra dengan melakukan penutupan paksa. Selain ditutup, pusat perbelanjaan modern ini juga diwajibkan membayar denda hingga Rp 50 juta karena melanggar perda.

"Banyak kesalahan fundamental yang dilakukan oleh Giant Ekstra, ada sejumlah peraturan daerah yang dilanggar oleh mereka, kami beri sanksi denda maksimal Rp 50 juta," kata Plt Kepala Satpol PP Kota Bogor Eko Prabowo di Bogor, Kamis (4/9), seperti dilansir dari Antara.

Giant Ekstra yang berada Jalan Raya Dramaga ditutup paksa oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Tindakan itu dilakukan karena saat beroperasi, Giant Ekstra tidak mengantongi HO (Hinder Ordonatie) atau izin gangguan, tidak menjalankan rekomendasi Amdal (analisis dampak lingkungan) Lalu Lintas dengan membuat celukan, dan tidak memiliki IUTM atau izin usaha pertokoan modern.

Sesuai Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2011 Pasal 29, pelanggaran terhadap perda tersebut dapat dikenai denda maksimal sebesar Rp 50 juta. Dia berharap, dengan sanksi tersebut pihak pengelola bisa mengurus izin terlebih dahulu sebelum beroperasi.

"Kami pakai denda maksimal, sebagai contoh bagi instansi atau pengolaan lainnya untuk jadi pembelajaran ke depan, jangan operasi dulu baru perizinan diurus, tetapi dulukan izin baru beroperasi," kata lanjutnya.

Eko mengatakan operasional Giant Ekstra masih dalam pertimbangan Pemerintah Kota Bogor, mengingat pelanggaran yang dilakukan cukup berat. Pemkot pun dapat membekukan IMB Giant Ekstra jika pengelola tidak memenuhi kewajiban untuk menaati aturan dan menjalankan rekomendasi yang telah diberikan.

"Keputusan ada pada wali kota Bogor. Untuk sanksi denda, Satpol PP telah merekomendasikan kepada Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) untuk melaksanakannya," papar Eko.

Pasca penutupan paksa operasional Giant Ekstra di Jalan Raya Dramaga, Satpol PP masih melakukan penjagaan dan penyegelan pusat perbelanjaan yang menuai protes warga akibat menimbulkan kemacetan terutama mengarah Kampus IPB. Penempatan personel akan berlangsung tanpa waktu yang ditentukan, sampai pihak pengelola menjalankan kewajiban dan melaksanakan rekomendasi yang telah diberikan.

Sebelumnya, penutupan paksa Giant Ekstra dilakukan langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Minggu (31/8) lalu. Toko modern tersebut resmi beroperasi sejak 28 Agustus, kehadirannya mendapat protes dari warga sekitar karena menambah kemacetan di Jalan Raya Dramaga.

Selain itu, karena Giant Ekstra tidak memiliki HO dan tidak menjalankan rekomendasi Amdal Lalu lintas untuk membuat celukan sebagai tempat turun naik penumpang dan IUTM, Pemerintah Kota Bogor mengambil tindakan tegas menutup paksa pasar modern tersebut saat sedang beroperasi.

[tyo]


http://www.merdeka.com/peristiwa/bima-arya-denda-pengelola-giant-ekstra-rp-50-juta.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger