Senin, 08 September 2014

Pemk0t Dep0k sebut C0rnelis bukan pejuang dan tak penting

Reporter : Angga Yudha Pratomo | Senin, 8 September 2014 17:53 Berita Terkait

Merdeka.com - Pembangunan Tugu Cornelis Chastelein di depan Rumah Sakit Harapan, Jalan Pemuda yang dilarang pemerintahan Kota (Pemkot) Depok terus jadi perdebatan. Diduga, pembangunan tugu berbau SARA.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Seni dan Budaya (Disporaparsenbud), Munir membenarkan soal pelarangan tersebut lantaran terdapat unsur SARA. Sebab, dalam tulisan di tugu itu terdapat tulisan harapan Cornelis yang inginkan kota pimpinan politikus PKS Nur Mahmudi Ismail itu menjadi masyarakat kristen. Dirinya mengklaim bahwa tulisan itu akan mengganggu warga Depok.

"Pertama ada kekhawatiran timbulnya konflik SARA. Karena di dalam tulisan tugu itu ada unsur SARA yang mengganggu warga Depok. Depok yang dulu dan sekarang kan beda. Jadi ini mengandung SARA. Kecuali warga kristiani yang di situ enggak masalah." kata Munir di Balai Kota Depok, Senin (8/9).

Alasan lain, kata Munir, pihaknya menilai pembangunan tugu tersebut belum penting. Terlebih, hanya memperingati kematian Chastelein yang ke-300 tahun. "Kedua, kami evalusasi pembangunan itu seberapa penting sih? Apa terkait peringatan 300 tahun Cornelis Chastelein. Memang perjuangannya seberapa besar?" ujarnya.

Meski ogah menyebut Chastelein penjajah, Munir menegaskan bahwa tuan tanah Depok jaman dulu itu bukan pejujang. "Tapi memang faktanya begitu. Dia bukan pejuang yang diperingati," ucapnya.

Sebelumnya, salah seorang pengurus Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC), Yano Jonathans menerangkan, tulisan itu merupakan harapan Chastelein semasa hidupnya.

"Kalau diartikan dalam bahasa Indonesia artinya seperti ini, 'harapan saya kelak Depok menjadi masyarakat kristen yang sejahtera'. Kurang lebih seperti itu," kata Yano kepada merdeka.com, Senin (8/9).

Yano menduga, alasan selain Pemkot Depok menyebut Chastelein penjajah, tulisan pada tugu juga menjadi masalah. Meski demikian, pihaknya sudah mengajukan pendirian tersebut tanpa tulisan yang terdapat pada tugu. "Sepertinya tulisan itu juga yang menjadi masalah. Mungkin ada hal lain (sensitif) yang mereka pikirkan. Tapi kalau kita benar-benar pikir soal sejarah," ujarnya.

Meski demikian, Yano menegaskan bahwa niat pembangunan Tugu Cornelis Chestelein hanya untuk menggiatkan soal sejarah. "Kami tidak ada niatan lain, ini hanya soal sejarah. Tidak ada di luar itu," terangnya.

[ded]


http://www.merdeka.com/peristiwa/pemkot-depok-sebut-cornelis-bukan-pejuang-dan-tak-penting.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger