Sabtu, 06 September 2014

Ratusan warga Semarang peringati 10 tahun kematian Munir

Reporter : Fariz Fardianto | Minggu, 7 September 2014 09:52 Berita Terkait

Merdeka.com - Ratusan warga Semarang dan sekitarnya menggelar acara peringatan 10 tahun kematian pentolan aktivis KontraS Munir Said Thalib, di Jalan Pahlawan Semarang Jawa Tengah, Minggu (7/9).

Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB pagi itu, bertajuk Pekan Peringatan 10 Tahun Kematian Munir yang digelar dengan beragam acara mulai melukiskan unek-unek mereka pada kertas sepanjang 500 meter.

Dalam aksinya di Jalan Pahlawan, puluhan orang dari mahasiswa LSM pejuang HAM dan pekerja seni lokal dari Koalisi Semarang untuk Munir itu, menuliskan beragam unek-unek mereka terhadap penyelesaian kasus kematian Munir yang dianggap sarat pelanggaran HAM.

Di atas lembaran kertas sepanjang 500 meter itu, guratan-guratan tulisan dari mereka tampak jelas menggambarkan kekecewaan terkait mandeknya kasus kematian Munir.

Bahkan ada pula yang menghujat politikus nasional yang dianggap terlibat dalam kasus kematian Munir. Di antara mereka menuliskan, "Munir Patriot Bangsa', 'Hendropriyono Jadilah kau seorang kesatria hanya ada satu kata lawan!'.

Rukardi, Koordinator Koalisi Semarang untuk Munir mengatakan, guratan-guratan tulisan warga Semarang itu nanti akan dipajang di salah satu gedung Universitas Diponegoro.

"Karena ini merupakan rangkaian peringatan 10 tahun kematian Munir, dan akan kami gelar mulai 7-11 September atau tepat di hari kematian dia di Belanda," ungkap dia kepada merdeka.com.

Dia menjelaskan, hal ini juga untuk mengkritik kebijakan pemerintah yang terkesan setengah hati dalam menyelesaikan kasus kematian Munir. "Padahal kematian Munir mengandung unsur pelanggaran HAM berat yang tidak pernah diungkap ke publik. Dan pemerintah tidak pernah serius menangani hal ini," tegasnya.

Tak hanya kasus Munir, kata dia, pemerintah juga tidak tuntas mengungkap kasus kerusuhan Kudatuli (kerusuhan 27 Juli 1996) dan kasus-kasus pelanggaran HAM lainnya di masa lampau. "Ini menunjukan tidak ada niat baik dari pemerintah untuk melindungi warganya," ujar dia.

Momentum transisi pemerintahan SBY kepada Jokowi-JK pun, dianggap tidak bisa membawa angin segar bagi penyelesaian kasus Munir. Sebab, JK sempat bilang bahwa kasus Munir kini telah tuntas.

"Dan hal itu sangat menyakiti kami. Kami menilai ada aktor pelanggar HAM di balik kabinet Jokowi-JK. Makanya, kali ini kita mendorong menuntaskan kasus Munir dan jangan lagi ada proses penyelesaian kasus Munir yang semu," urainya.

Selain menuliskan unek-unek di atas kertas sepanjang 500 meter, warga kota juga menggelar 'Tribute to Munir' dengan performance dari 100 pekerja seni lokal yang memakai topeng bergambar wajah Munir. Mereka membawa jenazah Munir yang ditancapi bendera merah putih dan diusung sejauh ratusan meter mengelilingi Taman KB dan Kali Banjir Kanal.

[cob]


http://www.merdeka.com/peristiwa/ratusan-warga-semarang-peringati-10-tahun-kematian-munir.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger